Thursday, May 31, 2007

Kesayangan

Duduk di Business Class dalam pernerbangan jarak jauh ternyata amat sangat nyaman dan gak ngebosenin. Selain perbedaan tempat duduk, service dan menu makanan yang lebih ok daripada kelas ekonomi, kita juga dimanjakan dengan fasilitas entertainment yang 'meriah'. Meriah karena selain banyak jenisnya, juga banyak pilihannya. Selain musik, games, internet, telepon (yang dua terakhir gak free of charge, of course), tentunya juga tersedia film-film. Semua itu bisa kita akses di monitor dan remote control (yang sekaligus bisa dipakai sebagai alat komunikasi telepon) yang tersedia di bangku masing-masing penumpang kelas bisnis. Bayangkan, ada lebih dari 10 games, 500 lagu/musik, dan 500 film yang bisa saya pilih untuk saya nikmati. Jadilah pada saat semua penumpang (termasuk hubby) tidur lelap, saya jadi orang 'norak', satu-satunya yang dengan penasaran browsing alat entertainment itu, sampai-sampai saya lupa tidur, dan buku yang sudah saya siapkan dari rumah pun gak tersentuh (*grin*)

Abis puas browsing isi peranti entertainment yang cukup canggih itu, akhirnya saya memutuskan nonton film. Nggak ragu-ragu saya langsung mencari satu film yang saya belum sempat tonton dan ingin sekali saya tonton, Music and Lyrics. Kenapa dari sekian banyak film yang bagus dan berbobot saya memilih film itu? Pertama, karena film itu pasti ringan, cocok buat saya yang sebenarnya sudah sangat lelah saat itu. Kedua, karena si aktor pemain utama di film itu. Yep, film itu adalah film terbarunya si Hugh Grant.

Dia bukan idola, saya pun bukan big Hugh Grant fans. Cuma suka. Entah kenapa. Kenapa ya?? Aktingnya biasa banget. Tampangnya pun gak cakep-cakep banget. Filmnya, semua drama. Gak variatif, dan membosankan. Kelakuan aslinya pun minus abis. Tapi saya ingat, dari beratus-ratus patung lilin artis film di Madame Tussaud Hongkong, saya memilih berfoto disebelah patung lilin Hugh Grant (kalo bukan nge-fans, norak kali ya ;p). Yaah... begitulah, apa daya saya terpikat sama mata sayunya dan aksen inggrisnya yang kental, dan charmingnya, dan tidak peduli sama apa kata orang lain dan dunia tentang cowok satu ini.

Sekarang tentang film Music and Lyrics. Drama komedi, ringan, secara keseluruhan biasa aja. Banyak keganjalan dan kekurangan sana sini (cieeh .... ). Tapi yang bikin menarik dan mengagetkan adalah ternyata aktor kesayangan saya ini bisa nyanyi dan nari di film. Meskipun narinya norak-norak gimanaa gitu, tapi jadinya bikin film ini menarik dan enjoyable. Dan satu hal, dia benar-benar menyanyikan semua lagu-lagu yang dinyanyikan dia di film ini. Acungin jempol! Suaranya gak heboh banget, tapi not too bad lah. Lagu paling norak (tapi lucu) yang dijadiin lagu pembuka film ini sempat stuck di kepala sampai seminggu (dooh!). Tapi ada lagu yang enak juga, nih ada liriknya. Intinya, Hugh Grant tetep jadi salah satu aktor kesayanganku lah (*grin*).


**********************************************


I've been living with a shadow over head
I've been sleeping with a cloud above my bed
I've been lonely for so long
Trapped in the past, I just can't seem to move on

I've been hiding all my hopes and dreams away
Just in case I ever need them again someday
I've been setting aside time,
to clear a little space in the cornners of my mind

All I want to do is find a way back into love
I cant make it through without a way back into love

I've been watching but the stars refuse to shine
I've been searching but I just dont see the signs
I know that its out there
There's got to be something for my soul somewhere

I've been looking for someone to shed some light
Not just somebody to get me through the night
I could use some direction, and I'm open to your suggestions

All I want to do is find a way back into love
I cant make it through without a way back into love
and If I open my heart again
I guess I'm hoping you'll be there for me in the end

There are moments when I dont know if it's real
or if anybody feels the way I feel
I need inspiration, not just another negotiation

All I want to do is find a way back into love
I cant make it through without a way back into love
and If I open my heart to you
I'm hoping you'll show me what to do
and if you help me to start again
you know that I'll be there for you in the end


*Way Back Into Love - Ost Music and Lyrics*

Tuesday, May 29, 2007

Cerita Dari Balik Balkon

Hari ini menjelang sore langitnya kelabu. Bukan karena mau turun hujan, matahari bersinar cerah. Dari balkon selatan apartemenku bisaku lihat lautan bangunan putih-kecoklatan, antenna, dan piring satelit.
Bisa kudengar cicit burung bersahut-sahutan.

Bisa kudengar pula dentang lonceng gereja bergaung indah di telinga, nyaman di hati. Ironis betul. Hampir tak pernah ku dengar lonceng gereja di tempat ku tinggal sebelum ini.

Lalu kupandang tanaman-tanaman kecil di ujung balkonku. Ada yang kering, bingung mau hidup atau mati. Ada yang segar, menari-nari bersama angin, ada yang riang memamerkan kelopaknya yang mekar indah, bersemu dicumbu lebah-lebah yang datang. Yang lain malu-malu bersembunyi dibalik kuntum mudanya.

Langit sepi. Tak berbau.
Aku terdiam, berusaha menyerap semua dalam ingatan.

Entah emosi apa yang akan timbul saat sepuluh tahun lagi memori ini tersentuh dalam otakku.

Wednesday, May 23, 2007

This Moment

Empty big house to wander around
Dinners, functions, parties, every night
Girls meeting, walks, shops at day time
Dress up, full make up, at all time
New people, new life style
Smile, listen, remember names, chit-chat, jibber jabber
Familiarization, adaptation,
Depressing news from neighbour countries
Excited and alive,
Thankful,
Tired,
Very tired
Exhausted, weak, no energy
I just want to have a rest
I just want to be left alone, at least for this moment.

Saturday, May 19, 2007

New Home


After enjoying bit of relaxation and luxurious of the 5 star Hotel in Amman for 4 days, and slowly recovered from the jetlag, it’s time to move (again). This time is from Hotel to the apartment, where we going to live in for 2 or 3 years. It’s a huge and cool furnished apartment in West Amman. I meant it’s really huge! 3 big bedrooms, 1 small bedroom, and 4 bathrooms, 1 restroom, 2 living rooms, 1 big dining room, massive modern kitchen plus small dining area. I wish there was a swimming pool and gym too. ;p But as long as it has a cable TV, which has more than 100 channel I can browse, and has all my favourite TV channels and series, I’m pretty happy with it. Though it only has standard furniture (I doubt it will fit all of our stuff - ours are actually better), so it feels empty. But it also completed by white goods and AC and heater, which is super.

About the neighbourhood, what can I say….. pretty much the same like South Jakarta. Small local shops where I can reach in 3-5 minutes walk are pretty good. There are groceries shops, fruit and vegies shops, laundry, cake and pastries, bakery, kebab, cafĂ©, Italian restaurant, and many more.

If I want, I can walk further, about another 15 minutes. I’ll reach a famous shopping area. Compared to Jakarta, this complex much more like Kota and Pasar Baru, where shops are spreaded in stand alone buildings and stores, where people have to wonder around in the open air before get into the shop. It’s a big complex, providing many things, from supermarkets to restaurants, from art and jewellery shops to shoes and boutiques, from bookstores to gym. I was thrilled to see few branded chain shops like CK Underwear, Zara, Geox, G2000, Mango, Bossini, Women’s Secret, Tony and Guy Salon, and Starbucks. Those which I even can’t locate in Darwin. ;p

Other than busy unpacking our suitcases, investigating more about the new apartment (such as trying to work out how the washing machine and dryer works – the manual is not helping as it is in German!), try to sit in every corner of the house finding the best location for me to sit and do my hobbies), and try to adjust to the new life style, all is good.

Tuesday, May 15, 2007

Hello from Dubai

Finally, we landed in the other part of the world. United Arab Emirates, Dubai! Arrived at 5.15 AM . From above, Dubai city looked dim and gleamed from the city and street lights. This view combined with yellow-orangey colour in the horizon from the sunrise. Nice! The Dubai Airport was massive. It huge and extremely busy! We even got lost at one stage. ;p maybe it was because we haven’t really awaken. And all the airport staffs seems busy and we had to queue in the information centre. However, without asking Information Centre we managed to get into the right place. The other thing about this airport is I could see lots and lots of Duty Free Shops. It’s like a mall! Was so excited, but I had to go to the hotel for half day check in. But I made it clearly to hubby that I want to look around the shops before we fly to Jordan this arvo. :D
I saw people from all over the world there and pretty crowded. And not surprisingly, I saw few groups of Indonesian and Sri Langkan who apparently are domestic workers. I was hoping I could see my ex-maid in Jakarta who resigned because she wanted to pursue her career as maid in Middle East.

We were not sure how the system works, but apparently as Business Class passengers we entitle to get a Limo for taking us to the Le Meridien Hotel. Yay! Well, here I am at the hotel, supposed to fresh up and sleep. I need it as I only had 3 hours sleep on the plane. Plus the time difference,… I am too confused to count how long I actually lost my sleep time. I don’t care, and I can’t sleep now. Maybe I’m too excited. I am officially in one of the country in Middle East!

I feel pretty tired and hungry now. We gonna grab breakfast soon. Till later!

Friday, May 11, 2007

Resmi

Akhirnya selesai juga packing semua barang-barang. Dari yang paling kecil sampe yang paling gede. Sebagian dikirim ke dunia antah berantah tempat kita nanti berdomisili, sebagian di simpen di gudang. Hari ini mulai bersih-bersih apartemen secara kita mau ninggalin apartement yang kita sewa selama ini. Peraturannya kita harus ninggalin apartment itu dalam keadaan baik dan bersih (which is fair enough). Karena kita dah cape 2 hari packing, akhirnya kita bayar professional tukang bersih-bersih. Tapi pas diinspeksi, dimulailah cerita amarah membara. Pertama si agent sama sekali ga ada ramah-ramahnya. Terus nilai ini itu masih ga bersih dan kita musti bersih2in lagi on the spot. Mulai dari finger print di tembok sampe minor spot di dalem cover lampu. Dia dah kayak ndoro dan kita bedua dayang-dayang. Hiih. Emang sih mungkin dia berasa punya power, karena dia masih pegang uang jaminan kita. Tapi apartemen itu jauh lebih bersih sekarang daripada waktu kita masuk 1,5 taun yang lalu. Untung Andrew cukup sabar. Yang pasti tampang gue pasti dah gak sedap dipandang. Ilang deh tuh manis-manisnya gue. :D Plus keluar deh sinisnya. Hmmm….lagi-lagi gak puas sama pelayanan dan sistim di Negara ini. Unbelievable. Gak tau musti kesel sama si tukang bersih-bersih yang katanya "profesional" atau sama si "bossy" agent. Tapi anyway, semua beres sekarang, mobil pun dah kejual. Officially gak punya tempat tinggal dan gak punya mobil. Resmi homeless dan jadi nomad.

Tuesday, May 8, 2007

Moving Distress

Do you know that moving house is the third most stressful things in life?? I've heard that, and it's damn true!

We are leaving Darwin on Monday next week. We are counting the day. Time is ticking. 6 more days! And the tension is getting high. Not that we did not know what to do from earlier time. Not that we are too lazy to do it earlier. But a lot of things just can be done on the last minute. Don't have a lot of choices.

That's what I am at now. Getting on the upper level of the stress. These are only few of things I have to do. Sorting everything we have..., decide and arrange which one go where; to our luggage or to international container or to storage (that's the hardest and the most time consuming). Start to clean our white goods, wash left over linen such as towels, bed sheets and table clothes, iron left over clothes (as many as I could - as they going to take our iron tomorrow), deal and finish other things such as bills, banking, car, etc.....

Tomorrow, they are going to start taking our stuff away. The home PC, which connected to the internet will be one of them. You know what's that mean, don't you? No more easy internet connection. No more online all day :(
But, don't forget .... I have Sitobi! So I hope I'll be able to touch 'net' world from public places, maybe from other part of the world.

So I guess see you all again soon! Be in touch, don't hesitate to drop the line. ;p

Friday, May 4, 2007

How Busy I am

Geeee........ I've been busy! Yes I'm no longer employed. But still... I have many things to keep me occupied, or I make myself occupied, to be exact.

Well, been busy attending Arabic lesson 4 hours a day, attending dentist and doctor appointments (so we can get clearance to go overseas), arranging this and that as part of moving preparation, and busy with Sitobi (of course!).

Other than that, I've made changes on this blog (see sidebar). It has new layout for my profile (see "About" section), and it has new widget called 'blog mood',which frankly I'm not really sure what's for (*wink*)... It should “reads” my latest blog posting and tries to figure out what my current emotion is and will display that mood immediately. Sooo, I'm expecting the picture of 'Moji Bear' will change (into other mood) every time I make a new post. I'll see if it's true.

Last but not least, I've also created a Photo blog ! Hope it will motivate me to be more creative with my
Canon Ixus 850IS, which I bought about 2 months ago. Apparently this little pocket camera has a high technical spec that would be good enough for me to play 'pro'. I'm not expecting it would be as good as professional SLR camera, but I hope I can make beautiful-variety-uncommon photo with it, as long as I can use it properly though! I still need a lot of practice, improvisation, trial and error. Anyway, the link to get into my photo blog is on the sidebar too. In 'Gallery' section. Or simply click this. Check it out and let me know what you think.

Btw, any tips and hints about taking photo using Depth of Field technique with Canon Ixus 850IS would be good (pleeeaaaasee.....).

Wednesday, May 2, 2007

Ada Apa Dengan 11:11?

Di suatu pagi hubby keluar dari kamar mandi terus bilang, “sayang, berat saya 111.1 !!”… Sambil nguap, masih setengah tidur saya bilang “oooh,… bagus dong turun sekilo.” - Psst… jangan heran dia bisa seberat itu.. soalnya tingginya juga 2 meter kurang 2 centimeter doang. dan jangan heran dengan angka berat badan yang begitu detail, sebabnya adalah timbangan badan kami kebetulan adalah timbangan badan digital.

Anyway,… saya bukan mau ngebahas berat badan nih. Lanjut cerita,.....

Lalu dia bilang lagi.. “it’s double 11 again…” dan baru saya ‘ngeh’ dan menghela napas. Hhhh… lagi-lagi. Gak heran. Percakapan seperti ini sebenarnya cukup sering terjadi. Angka double 11 itu seakan mengikuti kehidupan hubby kemana pun dan dimanapun.

Bayangin, dia lahir pada tanggal 11 bulan 11, dan menurut yang ngelahirin, dia lahir pada jam jam 11 pagi. Gak heran kalau angka 11 jadi angka special dan dia jadi peka dengan angka tersebut. Secara dia ga percaya yang segala macem yang berbau gaib dan mistik, anehnya, sekitar 2 tahun belakangan dia sering sekali melihat angka double 11 (1111). Dimana-mana. Yang dibahas diatas cuma salah satu contohnya. Di saat lain dia bisa melihat jam digital, entah di mobil, di kamar, di komputer, di handphonenya yang menunjukkan angka 11:11. Kalau saya ada disekitar dia saat itu dia pasti bilang "look at that! (maksudnya liat jam), jadi saya dibikin jadi saksi kalo dia bener-bener liat angka. Lain waktu dia membalas e-mail saya dengan mengatakan “hey, you sent your e-mail at 11.11”… which is true! Hampir setiap hari, atau bahkan beberapa kali dalam sehari. Kadang intense, kadang hilang, lalu muncul lagi. Sampai sekarang.

Pada awalnya saya hanya ketawa aja dan berpikir kalau itu cuma kebetulan belaka. Tapi ketika kejadian itu terulang dan terulang lagi, saya mulai berpikir... what the .. ??!! Pertanda apakah ini? Hubby yang ga percaya sama yang aneh-aneh sih tenang-tenang aja walaupun merasa takjub juga tiap kali ngeliat angka spesial tersebut. Sedangkan saya mulai rada-rada freak out. Mulai mikir yang nggak-nggak, tapi gak berani nanya dan cerita ke siapa-siapa. Cuma mention sedikit ke adik saya, dan dia cuma bilang kalau ada temannya yang mengalami hal yang sama.

Sebelnya, mulai beberapa bulan yang lalu saya mulai mengalami fenomena yang sama. Lagi nonton tivi di kamar malam-malam, lalu liat jam digital yang letaknya disebelah tivi, terlihat angka 11:11. Di kantor, tiba-tiba pingin sms, dan jam saat itu menunjukkan angka 11:11. Saat lain, saya menerima telpon, lalu pas saya menutup telpon, terlihat lagi angka itu. Waktu lain …. Tiba-tiba saya ingin liat jam di komputer … dan jam menunjukan angka itu. Hah! Percaya ga percaya saya baru aja melihat angka tersebut di layar monitor pada saat saya ngetik kalimat sebelum kalimat ini!!!! How freaky is that ??!!

Akhir-akhir ini saya sudah mulai gak peduli, berpikir semua ini hanya kebetulan, walaupun fenomena itu tetap jadi makanan kami sehari-hari. Tapi ga bisa dipungkiri rasa penasaran gak bisa pergi dari kepala. Masih punya big question "Ada apa dengan angka 11.11" ? Tapi teteeep, kekeh gak mau cerita-cerita ke orang lain dan gak berusaha cari tau juga artinya apa. Hari demi hari berlalu, kadang pikiran saya bermain dan menebak-nebak sendiri. Nonton film yang ada sangkut pautnya sama nomer, misalnya film seri Number dan Lost sama sekali gak ngebantu. Malah bikin tambah parno.

Tapi sejak secara gak sengaja saya mampir ke blog seseorang (yang kemudian saya baru sadar belakangan kalau dia adalah tidak lain tidak bukan ... teman adik saya !), dan membaca salah satu
postingannya, sekarang saya jadi tergoda buat sharing dan cari tau artinya. Seneng juga begitu tau bahwa ternyata bukan cuma saya dan hubby di dunia ini yang ngalamin 'penampakan' angka cantik itu.

Menariknya, ternyata angka yang bersangkutan tersebut 'katanya' ada artinya. Dari beberapa artikel yang saya temukan di internet, ternyata semua mengarah pada informasi yang kurang lebih sama, yaitu angka cantik tersebut ada hubungannya sama 'wake up call', 'spirit', dan 'angel'!! Artikel-artiket itu membahas secara misterius dan numerical tentang penampakan angka 1111. Buat yang tertarik, silahkan baca di sini, disini, dan disini.

Sayangnya hubby masih segan buat baca artikel-artikel ini meskipun udah saya kasih tau. Jadi saya gak tau apa pendapatnya dia. Emang pada dasarnya dia gak terlalu percaya yang 'aneh-aneh' sih. Hmm... tapi sapa tau ya kalo hubby itu the 'chosen one' secara tgl lahir dia persis bener angkanya. Sedangkan buat saya,..baca artikel-artikel itu bikin pupil mata saya membesar. Antara kaget dan seneng, antara percaya dan gak percaya. Yang pasti, merinding. Kalau dapet 'gift' seperti ini dan bisa digunain buat kepentingan orang banyak atau at least buat diri sendiri, kenapa nggak?

Ada yang ngalamin hal yang sama ??

Monday, April 30, 2007

Mulut Mencong (not) Continue

Cuma mau update.

Back to the 'evil' dentist this morning. Complained. Dengan santai dia cuma bilang "itu biasa, normal, ga papa, reaksi obat bius buat tiap orang beda-beda".... "Nah, hari ini ada 3 gigi lagi yang mau dibenerin, kalau kamu mau kita bisa coba tanpa bius".... lhaaaa! So, dikerjainlah 3 gigi yang lain tanpa dibius. Hhhhh.....! Sakit-sakit, ngilu-ngilu dikit waktu di bor,... tapi sesudahnya bebas dari numbness dan mulut mencong. Phheeew!

Saturday, April 28, 2007

New Toy

Woohooo! I have a new toy! I called it Sitobi, and it's a notebook.

Yes, I finally got a notebook for my own!
Andrew has been very kind to buy it for me! ;p I guess he is happy for me to have it so he can kill the aliens and monsters (read: play games) on the old PC more freely.

It's not a fancy-cutie Apple MacBook or Sony VAIO, but still, it's a brand new Toshiba, has excellent specifications-more than I expected, and more than I needed. To have it as my first notebook,... I can't be happy enough. I'm thrilled!

Sitobi will definitely keep me occupied for a couple of days, and hopefully will distract me from being panic on the Amman move.

Monday, April 23, 2007

Tragedi Mulut Mencong

Saat ini, tepatnya 4 jam lebih 15 menit setelah 2 geraham atas kiriku di tambal, yang terasa cuma efek obat bius (anesthetic) di gusi tempat gigi yang bersangkutan dan sekitarnya. Seperti bisa dibayangin, obat bius itu di masukan secara tidak senonoh (baca: nyeremin), yaitu lewat jarum suntik yang ditancapkan di gusi. Emang sih waktu proses penambalan saya bisa dengan asyiknya nonton tv yang diletakan di atas kursi pasien, tepatnya di langit-langit ruangan. Tapi setelah selesai, saya baru sadar pas kumur-kumur... hmm... kayaknya ada yang aneh nii. Kok rasa numb (baca: mati rasa/baal) nya kok kenceng banget ya. Sampe-sampe ga bisa kumur dengan benar. Bahasa jawanya 'jeleweran' kemana-mana. Dengan santainya sang dentist bilang rasa numbnya baru bakal ilang in a few hours. Dengan gagahnya saya bilang ok, no worries, meskipun rasa baalnya kayaknya makin berasa aneh. Baru sadar waktu akhirnya saya ke toilet dan ngaca. Aiih... bibirku jadi mencong. Tepatnya bibir atas-kiriku melorot, miring kebawah dan ga bisa digerakin

Oops...! Selain mengurangi keindahan (*mencong-grin*), juga rada susah minum, apalagi makan. Pikirku paling paling lama 2 jam lah ya. Taunyaaa... dah 4,5 jam niiii.... malah sekarang ditambah pusing karena belum makan.

Yaah.. sebenernya sih bisa aja makan... cuma males aja kan. Gak napsu.

Pikir-pikir, kenapa juga ya nambal gigi kok pake di bius segala. Perasaan dulu (di Jakarta) ke dokter gigi bukan sesuatu yang mengerikan, kecuali buat cabut gigi, ya itu... karena pasti gusinya bakal disuntik obat bius. Maka tadi pagi saya ke dokter gigi dengan santai, karena saya tau cuma mau ditambal. Gigi yang bersangkutan pun pun ga berasa sakit, karena judulnya cuma betulin tambalan lama yang sudah rusak. Jadi bukan gigi bolong baru. Gak disangka..sang dentist begitu sadisnya.....langsung tancep jarum, nge-drill, ngorek, moles n ..yang paling nyebelin, sambil senyum-senyum doang... dasar iblis! :) Yakin, sebenernya obat bius dipake demi keyamanan sang dentist itu sendiri. Supaya dia ga keganggu sama pasien yang rese and bawel, yang sakit dikit teriak-teriak (*masih mencong-grin*). Yakin juga kalau dosis obat yang diberikan berlebihan karena seharusnya kan hanya bikin rasa 'tebal/baal'.. ga bikin sampe 'mencong' (*grrrr*)

Tambahan berita buruk... minggu depan saya musti balik lagi buat benerin tambalan 3 gigi lagi, kanan atas dan bawah. (*sigh*). Mmmm... gigiku ancur banget yak. Ketauan deeeh....
Kata sang dentist (baca iblis), plaque dan kerusakan pada tambalan adalah normal. Maka sikat gigi aja ga cukup. Harus dibantu sama dental floss. Jadi selain harus rajin sikat gigi (which I already did of course!), juga musti rajin nge-floss. Okelah Blis......

Sekarang yang penting saya laper nih. Makan dulu deh.


Wednesday, April 18, 2007

It Would Be Nice


Someone to hold me tight,
that would be very nice
Someone to love me right,
that would be very nice
Someone to understand each little dream in me
Someone to take my hand and be a team with me

So nice,
life would be so nice


-So Nice by Bebel Gilberto-
.....Keep dreamin'!.....

Monday, April 16, 2007

Ngoceh

Saat ini, aku...

nguap beribu kali tapi gak bisa tidur,
pingin minum tapi males ke dapur ambil gelas n air,
berasa gendut, magteh.. kebanyakan makan,
gemes sama ke-omdo-an teman-temanku,
sebel ga bisa ngeeng-ngeeng (baca: nyetir) sendiri,
bosen seharian nge-sensus dipidi,

Blah !....

Saturday, April 14, 2007

Utopia


kulihat dunia berputar lagi...
warna warni terindah menyinari bumi...
kujelang hari, kujelang mimpi...
hadirmu utopia...
senyumku utopia...
rinduku utopia...
khayalku utopia...
kudengar dunia bernyanyi lagi...
nada-nada terindah mendamaikan bumi...

Utopia - by Homogenic


Utopia. I like this word. It gives a positive meaning and hopes. Although there's no such thing as a perfect place. An ideal place and life, it's only fiction, fantasy. But it's good to have a fantasy that someday I could live in a perfect, ideal place, where there's only peace, no pain, no hunger, where people don't have to get older, don't have to be sick, where I can see more people smiling and laughing than sad and crying, where there is no hate, no stress, no worries, where the weather is nice, not too hot, not too cold, where people doesn't have to bad to, bitch, or trick each other. well.. maybe you still have to sleep, eat, work, etc, but you know.. where everything just run smoothly like whatever you wanted. I know.. it might be not as exciting as the world we live now. It would be a total boredom place. But... again, no such place like my fantasy utopia.


Anyhoo, wonder what kind of Utopia you have in your fantasy ??

Wednesday, April 11, 2007

Bingung Bahasa


Pardon my posting that I had to put in Bahasa lately. Since I just got back from Jakarta, Bahasa seemed to be the easiest and quicker way to write and blog at the moment. Plus I got confused with new language that I am now learning..... ;p So you have no choice but enjoy my stories in Bahasa for the time being.

Pernah belajar bahasa asing ? Pasti pernah. Kalo mau belajar bahasa asing bahasa apa yang pertama kali kalian dipelajari? Inggris? Pastinya ya. Rasanya gak perlu ditanya lagi kenapa. Jaman sekarang seperti sudah keharusan untuk mempelajari bahasa ini karna katanya bahasa
ini bahasa paling penting di dunia yang semakin global ini.

Lalu kalau sudah bisa cas cis cus atau paling nggak ngerti Bahasa Inggris dan diberi kesempatan buat belajar bahasa lain, dari seribu satu macam bahasa yang ada di dunia ini, bahasa apa yang kalian pengen pelajari? dan mengapa?

Bahasa Mandarin mungkin? Secara bahasa ini katanya jadi bahasa penting ke dua di dunia, terutama dunia bisnis, ditambah dengan mem-boomingnya film dan artis hongkong/asia, banyak orang jadi tertarik untuk bisa bicara langsung dengan artis hongkong pujaan mereka. Bahasa Jepang? Jerman? Perancis? Spanyol? Nice! Dengan berbagai alasan banyak orang mempelajari bahasa tersebut. Mulai dari ikut-ikutan teman, ikut-ikutan trend, sampai karena keharusan karena akan bekerja, sekolah, atau pindah ke negara yang mempunyai bahasa-bahasa asing tersebut.

Tapi apakah pernah terpikir buat belajar bahasa Arab ?? Terus terang, buat saya, gak kepikiran sama sekali. Pernah belajar bahasa Mandarin, dan pernah pingin belajar bahasa Perancis dan Spanyol. Gak pernah terbayang saya ngomong bahasa Arab, apalagi belajar. No offence, saya gak melihat perlunya saya belajar bahasa tersebut. Tapi sekarang, mau ga mau saya harus belajar,...(hiks)... karena saya sekarang sudah merasa perlu. Memang awalnya aneh, tapi setelah mulai belajar, saya jadi heboh sendiri. Ternyata seru, menarik. Sekaligus bikin pusing. Kepusingan ini wajar karena saya belajar secara intensif dan ekpress. Digenjot 4 jam sehari setiap hari untuk bisa mempelajari terutama percakapan penting sehari-hari, menghafal 1001 perbendaharaan kata baru dan dasar-dasar huruf arab untuk paling nggak bisa baca. Cukup melelahkan... (pffiuuh....)

Bahasa asing, apa pun itu, dari negara manapun, ternyata menarik untuk dipelajari. Saya baru sadar kalau bahasa ibu tetap menjadi dasar saya (dan saya yakin juga untuk kebanyakan orang) dalam mentranslate bahasa asing. Misalnya dulu, bila seseorang bicara bahasa inggris,.. otomatis otak saya akan mentranslate ke bahasa indonesia terlebih dahulu, dan kebalikannya. Tapi itu dulu... sekarang, semakin sering bicara/practice, hanya untuk vocab-vocab tertentu yang masih harus melalui proses panjang tersebut, selebihnya mengalir begitu saja.

Dan sudah hampir seminggu ini, saya belajar bahasa Arab dengan tutor yang menggunakan bahasa inggris. Maka prosesnya jadi lebih panjang. Pada saat si tutor bicara bahasa arab, lalu menstralate dalam inggris, otomatis otak saya translate ke Bahasa Indonesia dulu, lalu balik lagi ke bahasa inggris, lalu ke bahasa Arab. Dan sebaliknya. Jadilah beberapa kali saya 'belibet', bingung, dan akhirnya yang keluar dari mulut saya bahasa Indonesia. Duh bikin sakit kepala. :) Tapi ternyata bukan saya saja. My hubby, dia lebih sering lagi mengeluarkan kata-kata bahasa indonesia. Aneh! :D

Sunday, April 8, 2007

Paskahan

Tahun ini jadi juga saya Paskahan di negeri kangguru. Apa sih serunya? Ternyata menarik. Paskah termasuk hari raya penting umat Kristen di seluruh dunia, dimulai dari hari Jumat (Good Friday), Saturday, lalu Easter Sunday dan Easter Monday. Yep,... disini hari Senin juga masih libur nasional. Karena baru pertama kali saya merayakan Paskah di luar negeri, saya jadi membanding-bandingkan dengan perayaan Paskah di Jakarta.

Perayaan Paskah di Jakarta bisa dibilang cukup besar, juga termasuk di Gereja saya, yang kebetulan salah satu Gereja Katolik di bilangan Kemanggisan, Jakarta Barat. Karena Gereja saya besar dan jumlah umatnya sangat banyak, sampai-sampai dibutuhkan panitia yang solid dan cekatan terutama selama masa tri hari suci. Mereka harus mengurus segalanya demi kelancaran dan keamanan misa mulai dari parkir, sampai klinik P3K. Dimulai seminggu sebelum hari Paskah, yaitu Minggu Palma, lalu Kamis putih, Jumat Agung, Sabtu suci, dan hari Paskah itu sendiri, sejumlah ritual misa yang tidak biasa dijalankan. Hanya dibutuhkan 10-15 menit dari rumah ke Gereja pada hari minggu biasa. Tapi pada 3 hari sebelum Paskah kami harus menyediakan waktu ekstra, berangkat sekitar 1.5 -2 jam lebih awal untuk mendapatkan parkir dan tempat duduk di dalam Gereja. Tenda dan bangku tambahan memenuhi halaman dan jalanan di sekitar Gereja. Bahkan diadakan Misa pada jam yang sama di Aula yang berjarak tidak jauh dari Gereja agar bisa menampung semua umat yang datang pada jam yang sama. Panitia pun harus siap dengan perlengkapan video, TV, sound sistem, kipas angin, dan lain-lain agar umat yang berada di luar gedung Gereja bisa mengikuti Misa dengan baik. Misa pada hari-hari tersebut juga bisa dibilang 'spesial', sehingga membutuhkan waktu lebih lama dari biasa. Jumlah umat yang datang terutama pada hari Jumat Agung sore bisa mencapai 2000 atau lebih orang. Maka kami bisa menghabiskan sekitar 6 jam dari berangkat sampai tiba di rumah lagi. Sangat melelahkan. Tidak jarang tim P3K sibuk dengan orang yang pingsan atau pusing. Heboh dan cape banget kayaknya ke Gereja aja ya. :)

Tapi di sini, tepatnya di Darwin, saya hanya sempat ke Gereja pada hari Jumat Agung dan Sabtu Suci. Seperti di Jakarta, ternyata misa terbesar pada hari Jumat adalah jam 3 sore. Tidak seperti hari Minggu biasa, ternyata kali ini Katedral cukup penuh. Dan tidak seperti biasa pula, misa dipimpin oleh Uskup disertai 4 Romo. Misa hari Jumat Agung di Jakarta biasanya super lama karena ada pembacaan kisah sengsara Yesus disalib yang dibacakan beberapa orang sambil bernyanyi. Di sini, kisah sengsara Yesus dibacakan tanpa bernyanyi oleh beberapa orang, dan umat di ikutsertakan dengan menjadi 'orang Yahudi'. Sepanjang pembacaan injil yang cukup panjang itu semua umat berdiri. Entah mengapa, dengan cara seperti itu malah membuat saya lebih bisa meresapi pembacaan injil tersebut. Apalagi dengan menjadi orang Yahudi....rasanya aneh untuk ikut-ikut meneriaki dan menuntut Yesus untuk disalib. Di Jakarta, saat pembacaan injil ini saya biasanya ngantuk dan bisa tertidur (psssst ! ;p). Tidak disangka pula, ternyata ada acara cium salib. Hanya ada satu salib, terbuat dari kayu dan besar, mungkin sebesar saya ;p. Salib dipegang oleh 2 orang di kanan dan kiri dengan dasar salib menyentuh tangga altar. Rata-rata orang harus berlutut bila ingin menghormati salib dengan mencium kaki Yesus. Tapi beberapa orang hanya menempelkan tangan pada salib sambil sebelumnya menyentuh bibir mereka sendiri. Total misa selesai dalam waktu 1,5 jam saja, dan hanya dibutuhkan waktu 10 menit buat datang dan pulang ke rumah. Gak ada macet.


Pada hari Sabtu suci, ada Misa yang disebut Easter Vigil dimulai jam 10 malam. Seperti kebiasaan saya di Jakarta, maka saya pun datang mengikuti misa malam Paskah tersebut. Di Jakarta malam Paskah dimeriahi dengan misa panjang dengan perarakan lilin Paskah, pemberkatan air suci dan pembaharuan janji baptis. Saya pun datang ke Gereja malam itu dengan satu tujuan, harus datang dan ikut Misa malam itu karena saya meragukan kami akan punya energi cukup buat ke Gereja hari minggu paskah (karena akan mengundang tamu untuk makan siang bersama, sehingga kami pasti sibuk masak dan bersih-bersih seharian penuh). Tidak berharap akan ada misa meriah dan lama seperti di Jakarta. Waktu kami datang, Gereja masih gelap, dan umat yang datang gak banyak. Dari jauh keliatan seperti tidak akan ada Misa. Saya sempat bingung... apakah kami salah jam ??.... Tapi ternyata tidak. Tidak berapa lama setelah kami datang dan duduk, ada orang yang menawarkan lilin. Waah! Ternyata misanya pake lilin juga! Tidak berapa lama Romo memberitahu umat untuk semuanya pergi ke luar, ke halaman depan gereja dengan membawa lilin dan tas. Maka kita semua, mungkin hanya ada sekitar 80-100 umat berjalan ke luar. Tepat di depan Gereja, ternyata sudah siap Uskup dan beberapa Romo dan panitia yang sedang membuat api unggun. Woow... I was excited! Kami pun menunggu sampai api cukup besar, lalu misa dimulai. Ada pemberkatan api, lalu pemberkatan lilin - saya belum pernah melihat perarakan dan pemberkatan lilin Paskah begitu dekat. Biasanya di Jakarta saya melihatnya lewat layar monitor TV yang di pasang di salah satu sudut Gereja, atau cuma denger suara saja. Lalu tentu saja lilin dinyalakan dan doa-doa dan nyanyian. Lalu kami mengikuti lilin Paskah yang diarak ke halaman samping Gereja. Disana ternyata sudah disiapkan beberapa bangku. Saya dan suami yang tidak dapat bangku duduk di rumput sambil lilin terus dinyalakan. Nice! Sayang mereka tidak pakai microphone, jadi saya kurang bisa mendengar beberapa injil dan doa yang sedang dibacakan. Tapi toh saya senang. Kapan lagi misa dengan lilin dipayungi awan dan bulan dan bintang. Setelah sekitar satu jam kami misa di luar Gereja, kemudian lilin pun di pindah ke dalam Gereja, dengan perarakan dan kami mengikuti dibelakannya. Setelah kami semua di dalam Gereja, koor menyanyikan lagu disertai kerincing lonceng di dalam Gereja dan lonceng besar di luar Gereja pun berdentang ramai. Lalu misa dilanjutkan dengan pemberkatan air suci, pemercikan air, pembaharuan janji baptis, dan lain-lain... sama seperti di Jakarta. Alhasil misa kali ini berlangsung lebih lama, sekitar 2 jam. Misa terlama di Darwin yang pernah saya ikuti, dengan jumlah umat tidak lebih dari 100 orang.

Waktu pulang, saya melewati gereja Katolik Ortodoks yang ternyata ramai banget. Orang-orang bahkan sampai mengikuti misa di jalan dan seberang jalan gereja! Bisa dibilang ini pemandangan langka di negeri kangguru ini, dimana orang banyak banget berkumpul di Gereja. Amazed! Saya jadi merasa Paskah, terutama malam paskah lebih meriah daripada Natal. Apalagi dengan berbagai ritual Misa yang jauh lebih dari biasa, bahkan lebih dari misa malam Natal. Jadi lebih berasa gregetnya (lho?...). Tapi satu hal, ternyata misa Gereja Katolik dimana aja bener-bener sama lho. Sudah terbukti. :D

Anyway,... Happy Easter everyone.

Wednesday, April 4, 2007

Teman Lama


Ada seorang teman,... teman lama. Kapan terakhir aku berjumpa dengannya? Tak bisa lagi kuingat. Apakah dia sahabat baikku? Tidak juga. Apakah aku pernah dekat dengannya? Tidak sama sekali. Apakah aku sering mengingat-ingat atau berharap bertemu dengan dia? Sama sekali tidak. Apakah aku mengidam-idamkannya? Gak lah yaa....

Lalu kenapa dia seringkali masuk ke dalam mimpi-mimpiku akhir-akhir ini? Bukan satu dua kali. Bukan mimpi buruk, tapi bukan juga mimpi yang mudah aku lupakan.

Aaah.... mudah-mudahan mimpi itu hanya mimpi.....

Bocah


Duuh,... enak ya jadi anak kecil. Nggak ada beban, gak usah mikir yang susah-susah. Paling susah paling mikir soal matematika. Kerjaannya main, makan, dan tidur. Ngomong-ngomong soal main, anak kecil jaman sekarang sama jaman dulu rasanya berbeda jauh ya. Saya ingat, permainan saya waktu masih imut-imut adalah congklak, petak umpet, main karet, ular tangga, masak-masakan, atau sekolah-sekolahan. Tapi sekarang, anak-anak lebih suka duduk di depan monitor PC atau TV, main playstasion, online game, ke game center, gameboy, bahkan chatting. Kalau dulu waktu libur atau week end diisi dengan acara berenang, ke puncak, kebun binatang, atau pantai,... Tapi sekarang pasti lebih banyak ke Mall. Secara dulu mall di Jakarta masih bisa diitung pake jari tangan sebelah tangan.

Foto di atas diambil 2 minggu yang lalu di pantai Ancol, Jakarta. Ternyata masih banyak keluarga datang dan beraktivitas di pantai meskipun pantainya bisa dibilang alakadarnya. Maksudnya nggak ada indah-indahnya. Tapi yaaa... daripada musti pergi jauh ke luar kota kali ya. Mau ga mau pantai 'indah' Ancol jadi pilihan pertama bagi orang Jakarta yang mau berekreasi di pantai sebagai pengganti Mall. Meskipun pasir pantai Ancol hitam, dan air lautnya tidak jernih, senang juga melihat orang-orang yang gembira berekreasi disana. Terutama anak-anak. Kapan ya pantai Jakarta bersih dan indah, nyaman dan bebas dari sampah?..... Ngimpi aja deeeeh!

Sunday, April 1, 2007

Comin', Goin', Stayin'....


I'm now finally back in Darwin, safe and sound, and.... awake.

But frankly,... I'm confused. Too many things too write, don't know where to start. One thing for sure, it was the best 5 weeks holiday I've ever had. Even though my home duties changed into driver and porter (tukang angkat barang!) - mmm..... only when sister move to other room, though! My dad even said I'm stronger than before, in context when taking heavy things around. Gossh!... But at least I don't have to cook ;p and of course I had a lot of fun catch up with friends. Rebecca's visit, went to Java Jazz Festival, clubbing at X2 were the highlight of this trip.



Thank you to my parents, sisters and friends for having sharing and spending time with me. You are all precious to me. I'd love to extend my stay there, I really do. But it's time for me to come to other home of mine, a 'home' who I promised to spend my life with.

I'll be coming back to Jakarta, for sure! In the mean time, stay in touch, guys! :)

Check out more pictures in
here.